Minggu, 25 Mei 2014


Novel azab dan sengsara
Nama     : Ibrahim zane
Nim  : 10533 6698 11
Kelas     : VI A
Novel yang satu ini bisa dikategorikan novel klasik terbitan Balai Pustaka. Ia menandai zaman dimana sastra Indonesia masih didominasi penggunaan bahasa melayu yang kental. Adapun tema umum novel yang satu ini adalah kehidupan percintaan seorang gadis yang pernikahannya tidak membawa pada hidup yang bahagia tetapi justru pada kesengsaraan. Tokoh sentral dalam kisah cinta ini bernama Mariamin dan Aminu’ddin. Keduanya berkerabat dekat tetapi berbeda nasib. Aminu’ddin merupakan anak kepala kampong, seorang bangsawan yang kaya raya dan disegani banyak orang. Sementara itu Mariamin tumbuh di lingkungan keluarga yang miskin. Sejak kecil keduanya sudah berkenalan dan bermain bersama. Beranjak dewasa, Aminu’ddin dan Mariamin merasakan getaran cinta yang kuat. Aminu’ddin berjanji akan menikahi Mariamin. Niatnya ini diutarakan pada ibu dan ayahnya, Baginda Diatas. Sang ibu setuju sebab ia menganggap Mariamin masih keluarganya dan dengan menikahkannya dengan Aminu’ddin, ia bisa menolong kemiskinan gadis itu. Namun, pendapat berbeda datang dari ayah Aminu’ddin yakni Baginda Diatas. Ia diam-diam tidak menyetujui rencana Aminu’ddin sebab ia beranggapan pernikahan tersebut tidak pantas dan akan menurunkan derajat bangsawannya. 
Novel yang berjudul azab dan sengsara ini juga menggambarkan sebuah pengabdian yang terikat oleh adat istiadat pada saat itu, karena seorang anak tak dapat menolak kemauan orang tuanya dikala orang tuanya mengiginkan sesuatu yang memang itu sudah menjadi dasar kemauan orang tuanya. Penggambaran tersebut sangat apik diperlihatkan dalam teks ini pada saat Aminu’ddin dengan terpaksa menerima kemauan orang tuanya meskipun gambaran yang ada dalam hatinya tidak seperti yang tertuang pada kemauannya kepada pujaan hatinya.

Penggambaran yang lebih terlihat pada novel azab dan sengsara ini adalah pada saat Mariamin menolak untuk berhubungan badan atau berhubungan suami istri sebagaimana lumrahnya yang terjadi pada suami istri lainnya, akan tetapi Mariamim melakukan hal tersebut bukan tidak atas alasan yang kuat, karena dia berfikir bahwa dia akan berdosa jikalau dia tak menuruti kemauan suami. Akan tetapi insiden penolakan tersebut memiliki alasan yang sangat mendasar dan sangat dapat diterima oleh akal manusia yaitu karena suaminya tersebut memiliki penyakit kelamin yang bisa menular. inilah akhir yang tragis dari kisah yang berjudul azab dan sengsara yang digambrkan oleh seorang pengarang yang luar biasa sebutlah ia Merari Siregar, akhir yang sangat tragis Mariamin meninggal dunia dengan membawa sebuah penyakit fisik dan mental karena dia mendapatkan sebuah pnyiksaan dari suaminya.

Rabu, 14 Mei 2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan           : SMA
Kelas/Semester                 : X/1/Wajib
Mata Pelajaran                : Bahasa Indonesia
Topik                                : Komunikasi dalam Kehidupan
Alokasi Waktu                  : 3 JP @ 45 menit
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan
4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
Indikator Pencapaian Kompetensi
 Menjelaskan struktur teks anekdot dan kaidah anekdot.
 Menceritakan kembali teks anekdot yang dibaca
 Melakukan role play berdasarkan teks anekdot
C. Tujuan Pembelajaran
 Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
 Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa memiliki dan menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
 Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikannya, siswa dapat memahami struktur dan kaidah teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.
 Setelah berdiskusi dan berlatih, siswa dapat memproduksi teks anekdot dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.
D. Materi Pembelajaran
Teks Anekdot, stuktur dan kaidah teks anekdot
E. Metode Pembelajaran
Metode diskusi kelompok,tanya jawab dan Penugasan
F. Media,alat dan sumber pembelajaran
 Buku Guru dan Siswa, lembar kerja,contoh teks anekdot
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2) Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3) Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
b. Kegiatan Inti
1) iswa memprediksi isi teks secara berpasangan/berkelompok dari judul yang ditulis guru di papan tulis
2) Guru membagikan teks anekdot dan meminta siswa membaca teks (MENGAMATI)
3) Guru meminta siswa membuka buku siswa mengenai teks anekdot
4) Guru membagi lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan berupa struktur teks,kaidah kebahasaan dan isi teks (gambaran umum /terperinci teks, siapa/apa/dimana/mengapa/bagaimana tentang teks yang dibaca )
5) siswa mengerjakan lembar kerja secara berkelompok dengan merujuk pada informasi buku siswa dan menanyakan hal yang belum dipahami (MENANYA)
6) Guru memonitor kerja kelompok dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa sepanjang kerja kelompok (MENANYA)
7) Guru meminta satu siswa sebagai ‘wakil’ kelompok untuk melaporkan hasil diskusi dari lembar kerja kepada kelompok lain.
8) Wakil kelompok akan melaporkan hasil kerja kelompoknya pada 1 kelompok saja. Wakil menemukan perbedaan dan persamaan jawaban di lembar kerja dengan kelompok tersebut. Wakil kelompok kemudian melaporkan tugasnya pada kelompoknya semula (MENGASOSIASI)
9) Siswa melaporkan hasil kerja dalam diskusi kelas dengan bimbingan guru (MENGKOMUNIKASIKAN)
c. Kegiatan Penutup
1) Meminta siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari hari itu (apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran) secara tertulis maupun lisan.
2) Mengecek pemahaman siswa atas pencapaian kompetensi secara tertulis
3) Menugaskan siswa mencari dan membaca teks anekdot lain di rumah
Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Pendahuluan
Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
b. Kegiatan Inti
1) Meminta siswa menyiapkan teks anekdot yang telah dibawa dan dibaca siswa
2) Meminta siswa mengerjakan lembar kerja yang berisi struktur teks dan kaidah teks anekdot dalam kelompok 3-4 orang (MENGAMATI)
3) Mendiskusikan secara kelompok tugas yang ada di lembar kerja.Secara mandiri mengisi lembar kerja berdasarkan teks anekdot yang dibacanya (MENGAMATI)
4) Menanyakan hal-hal yang belum dipahami baik dari teks maupun tugas dari lembar kerja (MENANYA)
5) Guru mengingatkan siswa mengenai struktur teks dan kaidah kebahasaan teks anekdot
6) Meminta siswa dalam kelompok membandingkan hasil kerja mandiri masing-masing anggota
7) Wakil siswa melaporkan hasil diskusi kelompok kepada kelas
8) Guru meminta siswa menceritakan kembali isi teks anekdot yang dibaca secara lisan dan berpasangan. Guru meminta siswa melakukan penilaian sebaya dengan kriteria/rubrik yang telah disiapkan guru (ketepatan struktur dan kaidah teks anekdot dll).
9) Secara berpasangan, siswa menceritakan kembali isi teks anekdot yang dibaca.
10) Siswa mengumpulkan hasil penilaian sebaya
11) Guru meminta siswa menceritakan kembali teks anekdot yang didengar dari pasangannya secara tulis.
c. Kegiatan Penutup
1) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2) Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
b. Kegiatan Inti
1) Guru menyediakan beberapa teks anekdot (sejumlah kelompok) sesuai topik
2) Siswa secara berkelompok membaca teks anekdot yang dibagikan guru
3) Guru meminta siswa dalam kelompok menganalisis teks anekdot (struktur dan kaidah kebahasaan teks)
4) Siswa melaporkan hasil diskusi
5) Guru meminta siswa membuka dan membaca buku siswa. Guru meminta siswa dalam kelompok mengubah teks anekdot ke dalam dialog dan melakukan ‘role play’
6) Sebelum melakukan role play, guru dan siswa mendiskusikan beberapa kriteria untuk melakukan penilaian (contoh kesesuaian dengan struktur teks, kaidah teks, pilihan kata,pengucapan dll)
7) Siswa dalam kelompok mengubah teks anekdot ke dalam dialog
8) Siswa melakukan penilaian sebaya (peer assessment) saat bermain peran berdasarkan teks anekdot berdasarkan kriteria yang telah dikomunikasikan guru dan disepakati dengan siswa
c. Kegiatan Penutup
4) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
5) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan menuliskan kesulitan-kesulitan dalam pencapaian kompetensi dasar
6) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
H. Penilaian
……………….