Novel azab dan sengsara
Nama :
Ibrahim zane
Nim :
10533 6698 11
Kelas :
VI A
Novel yang
satu ini bisa dikategorikan novel klasik terbitan Balai Pustaka. Ia menandai zaman
dimana sastra Indonesia masih didominasi penggunaan bahasa melayu yang kental.
Adapun tema umum novel yang satu ini adalah kehidupan percintaan seorang gadis
yang pernikahannya tidak membawa pada hidup yang bahagia tetapi justru pada
kesengsaraan. Tokoh sentral dalam kisah cinta ini bernama Mariamin dan
Aminu’ddin. Keduanya berkerabat dekat tetapi berbeda nasib. Aminu’ddin
merupakan anak kepala kampong, seorang bangsawan yang kaya raya dan disegani
banyak orang. Sementara itu Mariamin tumbuh di lingkungan keluarga yang miskin.
Sejak kecil keduanya sudah berkenalan dan bermain bersama. Beranjak dewasa,
Aminu’ddin dan Mariamin merasakan getaran cinta yang kuat. Aminu’ddin berjanji
akan menikahi Mariamin. Niatnya ini diutarakan pada ibu dan ayahnya, Baginda
Diatas. Sang ibu setuju sebab ia menganggap Mariamin masih keluarganya dan
dengan menikahkannya dengan Aminu’ddin, ia bisa menolong kemiskinan gadis itu.
Namun, pendapat berbeda datang dari ayah Aminu’ddin yakni Baginda Diatas. Ia
diam-diam tidak menyetujui rencana Aminu’ddin sebab ia beranggapan pernikahan
tersebut tidak pantas dan akan menurunkan derajat bangsawannya.
Novel
yang berjudul azab dan sengsara ini juga menggambarkan sebuah pengabdian yang
terikat oleh adat istiadat pada saat itu, karena seorang anak tak dapat menolak
kemauan orang tuanya dikala orang tuanya mengiginkan sesuatu yang memang itu
sudah menjadi dasar kemauan orang tuanya. Penggambaran tersebut sangat apik
diperlihatkan dalam teks ini pada saat Aminu’ddin dengan terpaksa menerima
kemauan orang tuanya meskipun gambaran yang ada dalam hatinya tidak seperti
yang tertuang pada kemauannya kepada pujaan hatinya.
Penggambaran
yang lebih terlihat pada novel azab dan sengsara ini adalah pada saat Mariamin
menolak untuk berhubungan badan atau berhubungan suami istri sebagaimana
lumrahnya yang terjadi pada suami istri lainnya, akan tetapi Mariamim melakukan
hal tersebut bukan tidak atas alasan yang kuat, karena dia berfikir bahwa dia
akan berdosa jikalau dia tak menuruti kemauan suami. Akan tetapi insiden
penolakan tersebut memiliki alasan yang sangat mendasar dan sangat dapat
diterima oleh akal manusia yaitu karena suaminya tersebut memiliki penyakit
kelamin yang bisa menular. inilah akhir yang tragis dari kisah yang berjudul
azab dan sengsara yang digambrkan oleh seorang pengarang yang luar biasa
sebutlah ia Merari Siregar, akhir yang sangat tragis Mariamin meninggal dunia
dengan membawa sebuah penyakit fisik dan mental karena dia mendapatkan sebuah
pnyiksaan dari suaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar