Selasa, 12 Mei 2015

Apa Yang Bisa Aku Lakukan



MALAM MINGGU, KO SEPI SIH...
Oleh: Ibrahim Zane
Goresan tanganku ini berasal dari penagalaman pahit yang pernah saya jalani dan saya pernah alami dari masa kepengurusan perdana hingga sekarang dan mungkin akan berlanjut terus menerus samapai organisasi kita ini lumpuh total, pada kenyataannya sering ditemukan pada malam-malam minggu tidak ada aktivitas atau ada sesuatu hal yang telah terjadi dengan pengurus, padahal jikalau dipikir-pikir malam minggu merupakan malam dimana kita saling bercumbu antara satu dengan yang laindemi satu tujuan dan demi satu tekad serta satu harapan yang sama yaitu terwujudnya visi dan misi dari organisasi kita semua....
Entah apa yang menjadi dasar dan apa yang telah direncanakan dalam benak-benak pengurus dan BPO sehingga malam minggupun telah mengadu dan sekertariatpun meradang   karena tidak ada lagi yang datang dan tidak ada lagi sebuah perkumpulan yang setiap malam minggu memebahas segala sesuatu yang memang harus kita rembuk serta duduk bersama untuk memecahkan masalah tersebut. Dan hal itupun yang pernah saya alami bagaimana kemudia seketika orang-orang yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya malahan sibuk dengan urusannya yang mungkin sangat penting, bisa jadi, tapi satu hal pesan dariku bekerjalah sesuai amanat yang telah diberikan jangan pernah lengah kawan...
Kronologi cerita :
Suatu saat si senin bertemu dengan selasa, lalu si senin bertanya selasa kalau kamu bertemu dengan hari rabu tolong sampaikan pesanku kalau dia dicari oleh si adik sulungnya si senin. Dan bertemulah si selasa dan si rabu, eh...rabu kamu di cari tuh sama hari senin...oww..kemarin sudah bertemu di rumahnya si kamis, tapi kemarin saat kumpul-kumpul ada yang kurang si jum’ad tidak muncul-muncul, kira-kira kemana dia yach...??? oww si jum’ad lagi sibuk karena banyak sekali tamunya atau yang datang ke rumahnya, astaga aku sampai lupa(berkatalah si kamis) ada pesan yang sangat penting dari si hari minggu” kalau kalian semua bertemu dengan semua anggota fokmas, tolong bilang dan tolong tanyakan kenapa sudah lupa ke sekertariat, atau sudah lupa jalanan ke sekertariat, masa pada saat butuh saja dan kesulitan saja baru datang”.
Mungkin celotehan di atas sudah mewakili penggambaran serta suasana pada masa kepengurusan pertama dan akhirnya membudaya sampai masa kepengurusan sekarang ini. Kemudia muncul pertanyaan dalam benak teman-teman semuanya dimana letak kesalahannya serta permasalahannya, apakah sistem kita yang salah, apakah kita harus salahkan sistem yang tertanam dalam organisasi kita”yaitu sistem kekeluargaan” yang pada akhirnya melahirkan sebuah ketidakpedulain antar a sesama,”ataukah “pengurusnya”, bisa jadi juga”BPO”, bisa jadi juga.
Tapu satu yang sering terlintas dalam pikiranku mungkin saja karena kita tidak memiliki kepentingan dalam organisasi ini, ataukah mereka sudah mulai cerdas dan terlampau pintar untuk tidak ingin menggeluti organisasi yang boleh dikatakan ini hanyalah organisasi skala kecil dan amat kecil untuk diperjuangkan, ataukah bisa saja mungkin mereaka berfikir bahwa “saya tidak dibayar ko”, buat apa saya harus berpusing-pusing ria dengan hal itu, masih ada kesibukan lain yang saya harus urus daripada saya harus mengurus organisasi.
Inilah histori Yang telah terpahat dalam darah tubuh organisasi kita, kita tidak butuh lagi sebuah kritikan pelampung dan hanya bisa mengambang dan hanya bisa melihat serta mengeritik sebuah masalah tanpa memberikan sebuah solusi yang cerdas akan hal itu, yang kita butuhkan sekarang ini hanyalah orng yang mampu berdiri di atas AD/ART serta GBHO dan mengatakan mari kawan-kawan jangan lengah dan jangan tertidur pulas semua ini takkan pernah berubah dan beralih kalau bukan kita yang merubah semua itu...

“GENTA POETIKA ZAMAN”
Oleh
IBRAHIM ZANE”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar