MALAM MINGGU, KO’
SEPI SIH...
Oleh: Ibrahim Zane
Goresan
tanganku ini berasal dari penagalaman pahit yang pernah saya jalani dan saya
pernah alami dari masa kepengurusan perdana hingga sekarang dan mungkin akan
berlanjut terus menerus samapai organisasi kita ini lumpuh total, pada
kenyataannya sering ditemukan pada malam-malam minggu tidak ada aktivitas atau
ada sesuatu hal yang telah terjadi dengan pengurus, padahal jikalau
dipikir-pikir malam minggu merupakan malam dimana kita saling bercumbu antara
satu dengan yang laindemi satu tujuan dan demi satu tekad serta satu harapan
yang sama yaitu terwujudnya visi dan misi dari organisasi kita semua....
Entah
apa yang menjadi dasar dan apa yang telah direncanakan dalam benak-benak
pengurus dan BPO sehingga malam minggupun telah mengadu dan sekertariatpun
meradang karena tidak ada lagi yang
datang dan tidak ada lagi sebuah perkumpulan yang setiap malam minggu memebahas
segala sesuatu yang memang harus kita rembuk serta duduk bersama untuk
memecahkan masalah tersebut. Dan hal itupun yang pernah saya alami bagaimana
kemudia seketika orang-orang yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya malahan
sibuk dengan urusannya yang mungkin sangat penting, bisa jadi, tapi satu hal
pesan dariku bekerjalah sesuai amanat yang telah diberikan jangan pernah lengah
kawan...
Kronologi
cerita :
Suatu
saat si senin bertemu dengan selasa, lalu si senin bertanya selasa kalau kamu
bertemu dengan hari rabu tolong sampaikan pesanku kalau dia dicari oleh si adik
sulungnya si senin. Dan bertemulah si selasa dan si rabu, eh...rabu kamu di
cari tuh sama hari senin...oww..kemarin sudah bertemu di rumahnya si kamis,
tapi kemarin saat kumpul-kumpul ada yang kurang si jum’ad tidak muncul-muncul,
kira-kira kemana dia yach...??? oww si jum’ad lagi sibuk karena banyak sekali
tamunya atau yang datang ke rumahnya, astaga aku sampai lupa(berkatalah si
kamis) ada pesan yang sangat penting dari si hari minggu” kalau kalian semua
bertemu dengan semua anggota fokmas, tolong bilang dan tolong tanyakan kenapa
sudah lupa ke sekertariat, atau sudah lupa jalanan ke sekertariat, masa pada
saat butuh saja dan kesulitan saja baru datang”.
Mungkin
celotehan di atas sudah mewakili penggambaran serta suasana pada masa
kepengurusan pertama dan akhirnya membudaya sampai masa kepengurusan sekarang
ini. Kemudia muncul pertanyaan dalam benak teman-teman semuanya dimana letak
kesalahannya serta permasalahannya, apakah sistem kita yang salah, apakah kita
harus salahkan sistem yang tertanam dalam organisasi kita”yaitu sistem
kekeluargaan” yang pada akhirnya melahirkan sebuah ketidakpedulain antar a
sesama,”ataukah “pengurusnya”, bisa jadi juga”BPO”, bisa jadi juga.
Tapu
satu yang sering terlintas dalam pikiranku mungkin saja karena kita tidak
memiliki kepentingan dalam organisasi ini, ataukah mereka sudah mulai cerdas
dan terlampau pintar untuk tidak ingin menggeluti organisasi yang boleh
dikatakan ini hanyalah organisasi skala kecil dan amat kecil untuk
diperjuangkan, ataukah bisa saja mungkin mereaka berfikir bahwa “saya tidak
dibayar ko”, buat apa saya harus berpusing-pusing ria dengan hal itu, masih ada
kesibukan lain yang saya harus urus daripada saya harus mengurus organisasi.
Inilah
histori Yang telah terpahat dalam darah tubuh organisasi kita, kita tidak butuh
lagi sebuah kritikan pelampung dan hanya bisa mengambang dan hanya bisa melihat
serta mengeritik sebuah masalah tanpa memberikan sebuah solusi yang cerdas akan
hal itu, yang kita butuhkan sekarang ini hanyalah orng yang mampu berdiri di
atas AD/ART serta GBHO dan mengatakan mari kawan-kawan jangan lengah dan jangan
tertidur pulas semua ini takkan pernah berubah dan beralih kalau bukan kita
yang merubah semua itu...
“GENTA
POETIKA ZAMAN”
Oleh
“IBRAHIM
ZANE”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar