Selasa, 12 Mei 2015

SIAPA BILANG...? MATEMATIKA



SIAPA BILANG ? MATEMATIKA
Oleh
IBRAHIM ZANE

Sejak kita mengenal ilmu dan mengerti serta paham yang namanya pengetahuan dalam otak kita telah terpatri serat tertanam dalam-dalam  jauh sebelumnya, jikalau matematika dan lmu yang lainnya itu merupakan nenek moyangnya dari segala ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, mari kita berpikir sejenak tentang kesalahan pernyataan di atas “MATEMATIKA ADALAH NENEK MOYANG DARI ILMU PENGETAHUAN”, sadar dan tidak sadar kita telah menafikan ilmu serta pengetahuan kita sendiri dengan hal itu. Dan dengan bodohnya kitapun mengakui hal tersebut tanpa ada penyaringan terlebih dahulu, tidak perlu melakukan sebuah penelitian yang panjang lebar dengan berbagai macam kerangka pikir, hipotesis, sampel serta embel-embel dalam sebuah penelitian atau untuk mencapai sebuah kebenaran dalam menentukkan sesuatu cukuplah dengan kita berfikir sejenak sekita beberapa tahun yang lalu seketika nabi muhammad Sawmenerima hadiah atau wahyu pertama dari Allah SWT yaitu surat Al-a’laq yang bunyi ayatnya yang pertama “Iqra” yang artinya bacalah “ bukan “ menghitunglah”dan bukan juga”melukislah” dan bukan juga” bersosialisasilah” bukan juga “ bedahlah “ dan juga bukan “ mengajarlah “ apalagi “ menyanyilah “ dan lebih jauh lagi “ bangunlah rumah “ atau “ berbisnislah “ serta masih banyak lagi bidang-bidang ilmu yang belum sempat lidah dan pekiranku mampu mencapainya untuk menyebutkan satu er satu.
Jika kita berbicara bunyi ayat pertama dalam surat tersebut yaitu “ Iqra” maka secara tersirat kita melihat huruf “I” yang diikuti dengan huruf “Q” lalu mengikutlah huruf yang paling cantik bunyinya dan tidak satu hurufpun yang mampu menyamainya yaitu bunyi huruf “TRIL” siapa dan apa lagi kalau bukan huruf ‘R”  lalu diakhiri dengan  huruf yang paling awal atau pintu gerbang dari semua huruf-huruf yaitu huruf “A”, kesemua deskripsi kecil tersebut kita tidak pernah dapatkan dalam dalam ilmu matematika, akuntansi, teknik, seni rupa ,farmasi apalagi, filsafat, agama dan sebagainya. Ilmu dan pengetahuan tersebut hanya bisa kita dapatkan dalam satu ilmu dan satu pengetahuan yaitu “BAHASA”, logka sederhananya dapat kita buktikan “ anak yang baru dilahirkan ilmu serta pengetahuan yang pertama kalia diajarkan bukan ilmu atau pengetahuan tentang siapa penemu dari dalil phitagoras atau menghitung segi tiga pascal apalagi hukum newton terlebih lagi kurva atau hukum jual beli apalagi cara memgang palu yang benar dan cara memegang palu yang cantik serta peralatan untuk membuat sesuatu, bukan juga diajarkan bagaimana cara memegang stetoskop yang benar serta bagaimana cara dari penggunaanya serta bukan juga diajarkan cara untuk berdemo...bercanda sedikitlah jangan terlalu serius membacanya sampai-sampai kamu melangkahi satu bait ketiga halaman pertama.
Para petinggi-petinggi negara yang dapat merubah dunia ini bukan dengan ilmu dan pengetahuan lain, tapi kecerdasannya dalam mengolah kata yang kita sebut dengan “RETORIKA”, dalam menyampaikan orasi para mahasiswa dan para mahasiswi tidak mengandalkan ilmu dalam berhitung tentang seberapa banyak  mobil yang tertahan atau macet disaat mereka berorasi tapi ilmu merangkaikan kata-kata. Presiden soeharto dapat dipukul mundur dari jabatannya sebagai seorang presiden  itu bukan karena kecerdasan mahasiswa dalam berhitung, dalam berhitung seberapa banyak masa yang diikut sertakan dalam berorasi, tapi diturunkan oleh mahasiswa dan mahasiswi dengan cara menyampaikan orasi ilmiah, orasinya bukan dalam bentuk diam membisu seperti patung tapi orasi dalam mengolah kata-kata, mengolah bahasa sehingga terciptalah sebuah rangkaian kata-kata yang sangat logis kesemua itu tidak pernah didapatkan dari ilmu matematika, akuntansi, ekonomi, filsafat, biologi, kimia, farmasi, teknik, seni rupa, sosiologi hal tersebut hanya dapat kita peroleh dalam ilmu dan pengetahuan yang mendalam tentang “BAHASA”.
Negara malaysia bahkan dunia pada masa presiden soekarno segan serta hormat terhadap indonesia itu bukan dari kecerdasannya dalam menghitung berapa banyak wanita-wanita yang saya harus nikahi di negara ini akan tetapi ditakuti karena presiden soekarno adalah presiden yang paling berani menyuarakan apapun yang dibuthkan oleh rakyatnya dan seketika beliau berbicara bukan bukti emperis mengenai ilmu perhitungan yang kelua dari mulut dari sang orator ulung tapi berbagai macam dan jenis bunyi huruf yang telah dirangkaiakan dengan begitu rapih dan indahnya dan hal tersebut tidak pernah kita dapatkan dalam ilmu serta pengetauan manapun akan tetapi ilmu tersebut hanya kita bisa dapatkan dalam ilmu serat pengetahan tentang “BAHASA”.
Para ilmuan yang secerdas apapun harus mengetahui yang anamanya ilmu bahasa karena dalam semua bidang ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari yang namanya huruf-huruf dan dalam ilmu apapun sudah menjadi hal yang mutlak jiakalau mereka harus membaca terlebih dahulu untuk dapat memahami apa makna dari yang tertera dalam sebuah penelitian dan ilmu pengetahuan. Itulah sedikit pembuktian singkat yang sempat tuliskan jikalau teman-teman menemukan bantahan tentang hal ini maka silahkan bantah dengan cara balas tulisanku ini...

“GENTA POETIKA ZAMAN”
Oleh
“IBRAHIM ZANE”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar