SIAPA BILANG ? MATEMATIKA
Oleh
IBRAHIM ZANE
Sejak
kita mengenal ilmu dan mengerti serta paham yang namanya pengetahuan dalam otak
kita telah terpatri serat tertanam dalam-dalam
jauh sebelumnya, jikalau matematika dan lmu yang lainnya itu merupakan
nenek moyangnya dari segala ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, mari kita
berpikir sejenak tentang kesalahan pernyataan di atas “MATEMATIKA ADALAH NENEK
MOYANG DARI ILMU PENGETAHUAN”, sadar dan tidak sadar kita telah menafikan ilmu
serta pengetahuan kita sendiri dengan hal itu. Dan dengan bodohnya kitapun
mengakui hal tersebut tanpa ada penyaringan terlebih dahulu, tidak perlu
melakukan sebuah penelitian yang panjang lebar dengan berbagai macam kerangka
pikir, hipotesis, sampel serta embel-embel dalam sebuah penelitian atau untuk
mencapai sebuah kebenaran dalam menentukkan sesuatu cukuplah dengan kita
berfikir sejenak sekita beberapa tahun yang lalu seketika nabi muhammad
Sawmenerima hadiah atau wahyu pertama dari Allah SWT yaitu surat Al-a’laq yang
bunyi ayatnya yang pertama “Iqra” yang artinya bacalah “ bukan “
menghitunglah”dan bukan juga”melukislah” dan bukan juga” bersosialisasilah”
bukan juga “ bedahlah “ dan juga bukan “ mengajarlah “ apalagi “ menyanyilah “
dan lebih jauh lagi “ bangunlah rumah “ atau “ berbisnislah “ serta masih
banyak lagi bidang-bidang ilmu yang belum sempat lidah dan pekiranku mampu
mencapainya untuk menyebutkan satu er satu.
Jika
kita berbicara bunyi ayat pertama dalam surat tersebut yaitu “ Iqra” maka
secara tersirat kita melihat huruf “I” yang diikuti dengan huruf “Q” lalu
mengikutlah huruf yang paling cantik bunyinya dan tidak satu hurufpun yang
mampu menyamainya yaitu bunyi huruf “TRIL” siapa dan apa lagi kalau bukan huruf
‘R” lalu diakhiri dengan huruf yang paling awal atau pintu gerbang dari
semua huruf-huruf yaitu huruf “A”, kesemua deskripsi kecil tersebut kita tidak
pernah dapatkan dalam dalam ilmu matematika, akuntansi, teknik, seni rupa
,farmasi apalagi, filsafat, agama dan sebagainya. Ilmu dan pengetahuan tersebut
hanya bisa kita dapatkan dalam satu ilmu dan satu pengetahuan yaitu “BAHASA”,
logka sederhananya dapat kita buktikan “ anak yang baru dilahirkan ilmu serta
pengetahuan yang pertama kalia diajarkan bukan ilmu atau pengetahuan tentang
siapa penemu dari dalil phitagoras atau menghitung segi tiga pascal apalagi
hukum newton terlebih lagi kurva atau hukum jual beli apalagi cara memgang palu
yang benar dan cara memegang palu yang cantik serta peralatan untuk membuat
sesuatu, bukan juga diajarkan bagaimana cara memegang stetoskop yang benar
serta bagaimana cara dari penggunaanya serta bukan juga diajarkan cara untuk
berdemo...bercanda sedikitlah jangan terlalu serius membacanya sampai-sampai
kamu melangkahi satu bait ketiga halaman pertama.
Para
petinggi-petinggi negara yang dapat merubah dunia ini bukan dengan ilmu dan
pengetahuan lain, tapi kecerdasannya dalam mengolah kata yang kita sebut dengan
“RETORIKA”, dalam menyampaikan orasi para mahasiswa dan para mahasiswi tidak
mengandalkan ilmu dalam berhitung tentang seberapa banyak mobil yang tertahan atau macet disaat mereka
berorasi tapi ilmu merangkaikan kata-kata. Presiden soeharto dapat dipukul
mundur dari jabatannya sebagai seorang presiden
itu bukan karena kecerdasan mahasiswa dalam berhitung, dalam berhitung
seberapa banyak masa yang diikut sertakan dalam berorasi, tapi diturunkan oleh
mahasiswa dan mahasiswi dengan cara menyampaikan orasi ilmiah, orasinya bukan
dalam bentuk diam membisu seperti patung tapi orasi dalam mengolah kata-kata,
mengolah bahasa sehingga terciptalah sebuah rangkaian kata-kata yang sangat
logis kesemua itu tidak pernah didapatkan dari ilmu matematika, akuntansi,
ekonomi, filsafat, biologi, kimia, farmasi, teknik, seni rupa, sosiologi hal
tersebut hanya dapat kita peroleh dalam ilmu dan pengetahuan yang mendalam
tentang “BAHASA”.
Negara
malaysia bahkan dunia pada masa presiden soekarno segan serta hormat terhadap
indonesia itu bukan dari kecerdasannya dalam menghitung berapa banyak
wanita-wanita yang saya harus nikahi di negara ini akan tetapi ditakuti karena
presiden soekarno adalah presiden yang paling berani menyuarakan apapun yang
dibuthkan oleh rakyatnya dan seketika beliau berbicara bukan bukti emperis
mengenai ilmu perhitungan yang kelua dari mulut dari sang orator ulung tapi
berbagai macam dan jenis bunyi huruf yang telah dirangkaiakan dengan begitu
rapih dan indahnya dan hal tersebut tidak pernah kita dapatkan dalam ilmu serta
pengetauan manapun akan tetapi ilmu tersebut hanya kita bisa dapatkan dalam
ilmu serat pengetahan tentang “BAHASA”.
Para
ilmuan yang secerdas apapun harus mengetahui yang anamanya ilmu bahasa karena
dalam semua bidang ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari yang namanya
huruf-huruf dan dalam ilmu apapun sudah menjadi hal yang mutlak jiakalau mereka
harus membaca terlebih dahulu untuk dapat memahami apa makna dari yang tertera
dalam sebuah penelitian dan ilmu pengetahuan. Itulah sedikit pembuktian singkat
yang sempat tuliskan jikalau teman-teman menemukan bantahan tentang hal ini
maka silahkan bantah dengan cara balas tulisanku ini...
“GENTA
POETIKA ZAMAN”
Oleh
“IBRAHIM
ZANE”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar