Minggu, 17 November 2019

Dunia palsu


Dunia palsu
Laksana bunga
Kamilah kuncupnya
Laksana belati
Kamilah pngkalnya
Tumbuh di sela-sela kemilauan kegelapan
Akan cukup untuk menumbangkan
Parodi-parodi serta antek-antek dari kapitalis berjalan
Dalam panggung-panggung demokrasi kepalsuan
Engaku mengakui
Adanya panca dalam ideology
Akan tetapi begitu mudahnya
Ideology pancasila nan kokoh itu
Rapuh, lenyap dan musnah tanpa bekas
Demi satu tujuan kapitalis berjalan
Alaahhh…dasar ideolgi abal-abal
Meneriakkan kokohnya ideologimu
Yang tumpul ke atas namu dengan gagahnya amat tajam ke bawah
Amanat kami engaku renggut
Karna sudah terlalu lama bersolek ria dan cantik
Di kursi-kursi parlemen penuh dusta dan kong kali kong
Maka tak sala jikalau aku, mereka dan kami semua tak punya rasa hormat padamu
Dan meneriakkan engkau pantas dijuluki tikus-tikus beradasi yang basah
Kini ideology telah terjual murah
Tak mampu lagi menjadi tameng pelindung
Pemegang tampuh kekuasaan semakin gencar
Meneror, mengejar, mencekik serta dengan perlahan menutup jalan nafas kami
Serta tak segan-segan menumpahkan darah di bumi yang palsu ini
Dengan menjadikan pengepul dapur-dapur kami, orang-orang tak berdaya menjadi kering akan keadilan
Satu kata yang terlontar dari mulut biadap itu
“persetan dengan ideology, saatnya panen”
Karya : Iebe Saompu Ais

Tidak ada komentar:

Posting Komentar