Minggu, 17 November 2019


    Perahu Seberang

Naskah  : Aliul Abdullah

SinopSis
Kepercayaan adalah simbol sebuah rasa cinta, tanpa sebuah kepercayaan cinta ibarat pohon tumbang di tengah gurun. Pada hakikatnya manusia di karuniai sebuah rasa dan sepotong cinta, tanpanya hidup manusia tidaklah  layak disebut hidup, Ujung lidah adalah pemantik bara api,sekali terbakar kita akan kekal didalamnya..
Resah kadang menjadi tombak yang akan hancurkan keyakinan,
Manusia bergumul amarah dan rasa tak percaya,
Diceritakan dalam kisah,jubba  mengalami peristiwa pahit dalam hidupnya,kemudian tersesat didalam mimpi,melihat kejadian-kejadian yang berantai dan saling terikat,

Pelakon :
Jubba
Nenek Tua
Tanre Ria’ ka’
Addaraeng
Malewa
Sabbe
La makka
Marannu
La nu’mang
Awak kapal
Figuran
Opening
Seorang anak anak lelaki memakai pakaian anak perempuan diatas panggung tengah bermain dengan properti kotak yang mengisi hampir keseluruhan arena,dibolak balik, disejajarkan hingga membentuk dende bulan dan bermain seperti anak kecil kebanyakan disorot lighting dan kemudian menunjukkan ekspresi  sedang kebingungan melihat pakaian yang dikenakannya..
Hei Tuhan,,aku masih labil..aku belum siap..aku senang dengan masa kecilku..aku tak ingin menjadi dewasa..
“Datang dua orang wanita dengan riasan wajah sangat putih tertawa dan berbisik-bisik..”
Breng  de sek...brengsek...jing de jing...anjing..to de lo..tolo..(out stage)
Kenapa??ada apa??apa masalah kalian??dasar manusia penghuni negeri sampah..kenapa orang-orang dinegeri ini selalu saja ingin tahu masalah orang lain..menceritakan aib seseorang dengan gembira dan tanpa rasa bersalah.. gelandangan tak berpendidikan..atau jangan-jangan mulut mereka memang tidak bersekolah...dasar laknat..keparat...
“datang seseorang yang sepertinya tengah mencari temannya”
Pemisi...
Iya..ada apa??(membentak)
Saya,,mencari  teman saya yang baru saja lewat disini..????
Dua orang??
Tidak..tidak..
Perempuan??
Tidak..tidak..
Laki-laki..???(suasana pertanyaan terdengar semakin genting)
Ya..ya..
Tinggi..??besar??berbulu??
Ya..ya..ya...
Bertanduk??
Ya..ya..
“merasa dibodohi akhirnya jubba’ memberikan “Dusttt” beberapa kali pada lelaki tadi dan dibalas lelaki itu dengan suara “ouchh” kemudian keluar arena..
Kenapa orang –orang sekarang semakin bodoh saja??antara bodoh dungu kini sudah benar-benar tak mampu lagi dibedakan..Yang pandai menjadi dungu,sedang yang dungu bertambah dungu..
“terdengar suara seseorang memanggil..beberapa kali dan menggema..
Jubba’..Jubba’..Jubba’..
Apakah itu kau Tuhan??
Bukan..
Lalu kau siapa??
Aku adalah kau dan kau adalah aku..
Siapa??aku siapa dirimu yang mengaku sebagai aku? “jubba’ kemudian out stage,(lampu remang kemudian perlahan menjadi gelap..)
Dari luar arena pertunjukan muncul seorang nenek tua membawa “ lampu sulo “ ( lampu tua yang digunakan oleh orang-orang dahulu untuk penerangan ) seperti mencari seseorang,kemudian memanggil –manggil “

Adegan I
jubba..jubba...( tak ada sahutan )Apakah kalian melihat cucuku??( bertanya kepada penonton )
Aduh..cucuku itu,semakin dewasa semakin menyusahkan saja..Jubba...jubba ( kembali memanggil )
(on stage )
Mungkin karena usianya sudah dewasa sehingga lupa bahwa ia masih memiliki nenek tua yang sudah berbau tanah.. (duduk disebuah kursi) Padahal aku hanya ingin bercerita dengan cucuku,,Akhir-akhir ini dia seperti melupakan aku..dia tidak peduli lagi denganku..apakah benar aku sudah terlalu tua untuk diajak bercerita??
Aku masih bisa makan sendiri,membersihkan tubuh sendiri,dan aku masih bisa mengurus diri dengan baik..Apa aku benar sudah teramat tua?
(on stage)
Jubba
Nenek ,,(memanggil)
Nenek
Jubba  kamu sudah sangat  keterlaluan,dari tadi nenek mencarimu kemana-mana,,
Sungguh malang nasibku,tidak dihiraukan oleh siapa-siapa,,mungkin sebentar lagi tak ada yang akan mengingatku,,
Aku merasa kesepian,
Ingin bercerita tapi tak tahu harus bercerita dengan siapa..padahal nenek punya cerita yang sangat bagus..
Apa kau ingin mendengarkan cerita dari nenek?
“jubba tidur dipangkuan neneknya dan dibelainya mesra..”
Baiklah..akan kuceritakan sebuah cerita...
Ini tentang perahu seberang,
Sebuah cerita Tentang kesetiaan,kepercayaan juga pengorbanan yang tak mampu ditukar oleh waktu,,
cerita ini selalu saja mengingatkanku pada seseorang ketika segalanya masih nyata..
Disebuah negeri  mashyur,ada seorang pemuda bernama Tanre ria’ ka’ ,dia mempunyai seorang istri yang sangat setia,tulus dan baik hati bernama Addaraeng,
cinta mengelepak bagai sepasang merpati yang hendak pulang kesarang,,Tapi terkadang gelap seringkali datang dengan rias kesombongan membutakan mata hati siapa saja..
Ketika itu...( tiba-tiba segerombolan orang-orang memasuki arena pertunjukan sambil membawa properti dan berseru )
Para awak kapal
Kapal akan berangkat..
Kapten kapal
Hei kalian..cepat kapal sudah mau berangkat,,angkat semua barang-barang itu!!
Para awak kapal
Siap puang (serentak)
Kapten kapal
Tanre...Tanre....Tanre....Mana Tanre??
Awak kapal
Sepertinya masih didermaga puang,
Kapten kapal
Apa??cepat panggil dia!!!kapal ini sebentar lagi akan berangkat!!kita tidak mungkin berlayar tanpa seorang nakhoda dan penunjuk arah, (out Stage)
Awak kapal
Baik puang..(Stay)
(on stage )
Tanre
Istriku  Addaraeng..sudah saatnya aku  pergi,
Addaraeng
Ie’ daeng,
                                                                                Tanre
Mengapa  kau terlihat risau ??bukankah aku telah berjanji akan kembali..seperti para leluhur kita yang gagah berani mengarungi lautan lepas dan pulang dengan kepala tegak untuk menemui orang-orang yang mencintainya..
Addaraeng
Bukan daeng..bukan ganasnya lautan yang membuatku takut melepasmu,ataupun derasnya hantaman badai yang akan menghempas karam kapalmu,tapi aku takut,Takut jika saja kelak daeng kembali dengan hati redup karena terbiasa akan ketidak-hadiranku,
Tanre
Jangan menyimpan risau dalam hati  Addaraeng..
Risau adalah benih dari retaknya rasa yang telah kita dekap teguh,
Percayalah ..hati ini tidak  mungkin di isi perempuan lain,,karena setiap ruang hambar dihati daeng telah penuh dengan namamu Addaraeng..
Addaraeng
Ie’ daeng..aku akan menjaga kesetiaanku,akan selalu menunggu hingga daeng benar-benar kembali..
Dan  kepulangan daeng kelak tentunya akan menjadi hadiah paling istimewa untukku..
(on stage )
Awak kapal
Tabe’ puangku,kapal sudah siap untuk berlayar..
Tanre
Kalau begitu..Aku pergi dulu addaraeng’..
Addaraeng
Hati-hati daeng..!!!
terdengar suara kapal yang mulai berlayar disambut suara-suara para awak kapal

 ( On stage )
sabbe dan beberapa orang pengawalnya
Sabbe
Kalian Lihat???...Akhirnya yang pergi telah benar-benar pergi..meninggalkan kesunyian pada sepi yang berkepanjangan..
Addaraeng
Apa maksud perkataanmu itu sabbe’??
Sabbe
Puangku Tanre Ria’ ka’  pergi berlayar,kemudian akan berlabuh didermaga para bidadari surga sekedar untuk melepas dahaga setelah lelah berlayar dilautan kering tanpa kasih sayang..
Addaraeng
Apa yang kau fikirkan tentang suamiku itu teramat salah,
Daeng Tanre  bukan manusia dengan iman dan cinta yang serakah sepertimu sabbe..
Kami telah melalui segala getir  juga sesak yang tak kau miliki,,jadi tutup mulut bejatmu itu!!!
Sabbe
Sungguh perkataan yang sangat santun dari istri seorang nakhoda terkenal dengan ketangguhannya menaklukkan ombak dilautan lepas..seorang pejuang yang menuntun nyiur tumbuh berkembang dipesisir pantai minasa..
Sayangnya puangku Tanre Ria’ ka’  mungkin lupa untuk mengajari istrinya Tutur bahasa yang akan menghindarkannya terluka bila tak berhati-hati menjaga lidah..
Addaraeng
Terkadang aku selalu melantunkan tanya pada Tuhanku,,,sesungguhnya niatan apa yang membuatnya menciptakan manusia picik sepertimu sabbe,,manusia serakah yang seenaknya memutar lidah dan tak pernah mau tahu penderitaan orang lain..
Apa yang kuucapkan tadi kufikir pantas untukmu..
Sabbe
Tetaplah pada keyakinanmu Addaraeng!!sebab risau itu nyata adanya,kau tak akan pernah mampu melepas rasa curiga kala sepotong hati yang kau jaga tengah jauh mengembara..(tertawa)
(out stage”)
Addaraeng
Akhirnya sepi mendekat padaku,,sebab purnama telah berlalu dan meninggalkan sepucuk benih disini..ya..benih penantian akan kekasih..kuharap engkau yang maha kuasa berkenang menjaganya disana..menjaga dalam kesetiaan,sama dengan engkau menjaga kesetiaanku..(out stage)
tiba-tiba orang berdatangan membicarakan kabar tentang hilangnya kapal yang diperbincangkan,,beberapa orang  menjajakan jualannya..bercerita panjang lebar satu sama lain..(Stay)
La makka
Apa kau sudah dengar??berita tentang hamilnya Addaraeng istri puangku Tanre Ria’ ka’??
marannu
Apa dia hamil??tapi bukankah suaminya sudah hampir setahun ini tak pernah kembali??
La makka
Iya..bahkan yang kudengar kapal puangku karam disebuah pulau setelah dihantam badai..
marannu
Lalu,,??anak yang dikandung Addaraeng anak siapa??
(saling berbisik-bisik)
La nu’mang
Kalian ini benar-benar manusia kurang kerjaan,,menceritakan kekurangan orang lain secara berjamaah..pantas saja kalian betah menjadi orang yang serba kekurangan..sekarang bubar kalian..!!!Ayo bubar ...!!! (out stage)
 ( on stage )
Addaraeng  berjalan ketengah panggung dengan kondisi berbadan dua“
Malewa
Apa kondisimu sudah membaik daeng??
Addaraeng
Sudah hampir sembilan bulan sejak kepergian suamiku,tapi sampai sekarang tak juga kudapati kabar tentang keberadaannya disana..
Malewa
 setelah kabar tentang karamnya kapal daengku Tanre berhembus,berita itu membuat risih amma juga puangku dirumah besar..dan entah bagaimana kabar daengku disana..kita hanya bisa menunggu,menunggu sekalipun tak ada jawaban pasti akan tanya yang kian membara,,
Addaraeng
Wahai engkau sang pencipta,
jika benar takdir anakku lahir tanpa melihat ayahnya maka segala kepasrahanku akan kutumpahkan padamu,
Namun jika ini bukanlah sebuah pertanda buruk maka kumohon berilah ia jalan untuk sekiranya kembali kepada hamba,,
Malewa
Sabar daeng!!
Kesabaran sesungguhnya adalah do’a – do’a yang mustajab,dan merupakan persungguhan atas keteguhan iman seorang manusia,apalagi jika kau seorang istri..
Addaraeng
Tapi bukankah kau tahu malewa,andai anak yang kukandung ini melihat ayahnya pergi,itu akan memberiku sedikit ruang untuk menjawab semua pertanyaannya kelak,namun pada kenyataannya ketika daeng Tanre berangkat anak diperutku masih segumpal darah..
anak ini butuh kasih sayang  agar tak salah ia kelak dalam melangkah malewa,
Aku tak ingin kelak anakku menjadi manusia yang tak mengerti akan kesungguhan,tentang tanggung jawab  serta semua hal yang harusnya ia dengar dari ayahnya..
                                                                                Malewa
Hanya Tuhan yang tahu dan mengerti tentang apa yang digariskannya..maka biarlah kita dengan harapan-harapan ini daeng..semoga saja ada kabar baik dari lautan lepas disana..kabar tentang kembalinya daeng Tanre (mengelus pundak Addaraeng)
(on stage)
Tanre
“berdiri heran dan kecewa yang bercampur rasa lelah ditubuhnya..”diam tak bergeming menjatuhkan bawaannya,badannya lusuh dan terlihat berantakan..”
Addaraeng
Daeng..daeng..engkau telah kembali..(mencoba mendekati Tanre  namun tak direspon baik oleh Tanre)
Tanre
Berjalan lesu dengan ekspresi datar menuju kursi sambil melihat perut istrinya
Malewa
Daeng ..apa kau baik-baik saja??
mengapa daeng terlihat tak merasa senang kembali kerumah??
Tanre
Ternyata yang dikatakan sabbe dan penduduk desa benar adanya..Apakah setahun lebih kepergianku telah memekarkan bunga penghianatan yang pekat tak berwarna??hingga kulihat istriku berbadan dua setelah tak pernah kusentuh sejak kepergianku hari itu..
Addaraeng
Apa maksudmu daeng??
Tanre
Siapa anak yang kau kandung itu??
Addaraeng
( tersenyum heran bercampur sedih ) apa yang kau bicarakan daeng??ini anakmu..anak kita..aku merawatnya agar kelak ia bisa tumbuh gagah perkasa seperti ayahnya..
Tanre
Ayah yang mana??
Aku tak mengerti..
Addaraeng
(menangis) apa kau meragukanku daeng??apakah kau meragukan kesetiaan yang menjadi darah dalam tubuhku??
Malewa
Apa sebenarnya yang terjadi padamu daeng?mengapa kau tiba-tiba berfikiran seperti itu??
Tanre
Diam malewa!!aku bahkan percaya bahwa anak yang dikandung perempuan itu adalah anakmu..
Malewa
Jaga lidahmu daeng!!
Jangan sampai resah yang menghampirimu menjadi tombak yang akan hancurkan rasa hormatku,
Ujung lidah adalah pemantik bara api,,sekali terbakar kita akan kekal didalamnya..
Bergumul amarah dan rasa tak percaya..bahkan untuk semua hal yang hanya firasatmu saja..
Tanre
Apa kalian berdua tahu apa yang kukorbankan untuk kembali ketempat terkutuk ini??apa kalian tahu ?? (membentak dengan amarah yang meninggi ) Malewa,jika memang itu bukan anakmu,maka biarkan aku menghunus badik ini didada perempuan itu,,karena tak sekalipun pernah kutinggalkan benih dirahimnya..(hendak menikam Addaraeng namun segera dicegah oleh malewa )
Malewa
Apa daeng sudah gila??mengapa gunjingan manusia selaknat sabbe dan orang-orang desa daeng dengarkan?sedang ketika kau susah ia tak peduli dengan itu,,kenapa tiba-tiba mereka peduli dengan rumah tangga daeng??kami ini keluargamu daeng..aku  adikmu..malewa yang dulu selalu kau jaga dan kau lindungi..Apa daeng telah mabuk oleh belaian perempuan disana hingga daeng kehilangan kepercayaan pada  istri daeng sendiri??(memeluk Tanre)
Addaraeng
(menangis) daengku Tanre Ria’ ka’..disepotong malam aku selalu terjaga,,berharap kau pulang membawakanku tubuhmu yang kurindukan,,disetiap fajar aku terjaga untuk berdo’a semoga kelak mata ini mampu melihat wajahmu sekali lagi..tapi kalau memang daeng menganggap  aku adalah perempuan hina dan anak yang kukandung ini bukan anakmu daeng,maka biar kubuktikan kesucianku dengan kematian..semoga semua bisa menjawab segala resahmu,,
(berteriak histeris) Wahai  engkau yang Esa,Tuhan diatas segala-galanya...jika benar aku adalah perempuan hina maka tolaklah kematianku,kekalkan tubuhku membusuk dalam duniamu,
Daeng...(berteriak serak memanggil Tanre  menikam dirinya,membuktikan kesungguhan ucapan tentang kesucian ,dan akhirnya lepaslah nyawa Addaraeng disambut sesal Tanre Ria’ ka’..
(Lampu padam)
Jubba
Berteriak memanggil-manggil neneknya..hingga kemudian terjaga dari mimpi...
Nenek..nek...kenapa tiba-tiba gelap??tolong...tolong (berteriak)
Masuk seorang perempuan dengan tergesa-gesa..kemudian mengambil koper berisi  pakaian..
Sempat ditahan oleh Jubba’..

Jika sebuah kepercayaan mampu kau beli,maka belilah sebanyak yang kau pahami..
Bungkuslah sebanyak kau bisa..
Sebab kita berkubang dilumpur yang sama..
Lumpur asing bernama dunia..


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar