JAUH DI SANA
Takkala fajar menyingsing
Air mataku selalu berlinang
Takkala matahari terbit
Air mataku selalu berderai
Di negeri orang ku coba bertahan
Mengais sedikit belas kasih alam semesta
Bertahan dengan sedikit cahaya iman
Berharap gelap berubah warna menjadi kilau cahaya
Dipenghujung lorong waktu ku labukan harapan
Telah tertancap segala niatan hidup
Memang taka da yang tak mungkin, itu pasti dan aku percaya
Semua bias berubah dengan sekali membalik telapak tangan
Dengar…alam turut bersaksi
Jerit asa yang penuh harap dengan suatu masa
Jeritan yang jauh dari sebuah keramahan sanak dan sedarah
Janji akan ku tepati…itu langkah pasti
Membuatku teringat sebuah janji
Kepada semua jeritan hidup yang pernah menyapaku
Dan waktu akan menjadi saksi, bahwa itu akan jadi acuan di
kala kelak
Jangan memandang ke atas bila tak bercita-cita
Jangan melecehkan jika tak punya kuasa
Kakiku masih sanggup berdiri
Kakiku masih dapat bergerak empat bahkan enam kali lipat
dari berjalan
Sepanjang mata memandang
Buih bercerita tentang sosok anak manusia yang kumal
Mencoba mencari peruntungan di tengah deras dan kerasnya
kehidupan kota
Aku anak laut flores, dan akan kembali ke pangkuan ibu
pertiwiku
Lautan flores menanti kedatangan petarung masa depan
Karya : Iebe Saompu Ais
Tidak ada komentar:
Posting Komentar