Minggu, 17 November 2019

Negeri Serdadu


Negeri Serdadu
Lantang menyapa kami
Dengan sejuta harapan
Yang penuh dengan kebohongan
Lantang menyapa kami
Dengan sejuta royal
Dengan kebohongan yang kekal
Ya…sedikit berbohong
Demi menggapai tujuan
Merupakan hal yang lumrah
Untuk mereka yang berdasi licin
Berbohong, berjanji…
Itu sarapan wajib bagi mereka
Serta membiarkan lidah-lidah kami
Terhenti kaku lemah tak berdaya
Itukah tujuan orasimu
Itukah tujuan hidupmu
Wahai yang bedasi licin, bersepatu mahal
Tanggung jawabmu kini terhadap kami
Telah menjadi sampah-sampah
Yang beterbangan tak tentu arah
Lepas, berlari, terpental, terhempas
Hancur di tangan-tangan para pecundang negeri serdadu
Ya… negeri serdadu
Benar, apa yang kamu katakana kawan
Yang punya kuasa maka dia kuat
Yang punya pengaruh,maka dialah wakil tuhan di bumi ini
Ya…bumi negeri serdadu
Negeri yang menjadikan rakyatnya menjadi malaikat-malaikat tak bersayap
Serta negeri yang menyulap hidup, para rakyatnya hidup enggan matipun tak mahu
Lalu dimana rimbanya
Yang dahulu dating di hadapan kita duduk bersimpuh,rapih,bersih,tersipuh ramah
Apakah dia tengah berjuang ?
Ya… berjuang…berjuang…
Alahhh…berjuang
Jangan pernah menghayalkan
Sesuatu yang mustahil kawan
Mentari telah ia genggam, maka jangan pernah berharap
Mentari itu adalah aku, kamu, kita dan kalian
Mereka telah menghadiahkan sebuah tanda Tanya besar
Hidup demokrasi…
Hidup demokrasi…
Hidup demokrasi…
Hahaha…demokrasi…demokrasi…
Demokrasi itu hanyalah,mimpi-mimpi orang yang memiliki mimpi
Mimpi-mimpi manusia yang akan menjadi penjajah di negeri sendiri
Tunas-tunas bangsa kita
Telah diubah menjadi serdadu
yang tak punya nyali, kecil dan kerdil seperti kutil yang tak berharga
pemimpin bangsa kita
takkan pernah lelah
menjadikan kita yang lemah ini
menjadi serdadu-serdadu siap tempur
demi kepentingan para pecundang
Hidup demokrasi…
Hidup demokrasi…
Hidup demokrasi…
Sampai mati demokrasi
Ya… hidup demokrasi
Inilah hasil sulap demokrasi itu
Demokrasi yang aabal-abal, asal jadi
Demokrasi yang memotong aspirasi kami
Dan jalan terakhir adalah jalan yang paling mulia
Korupsi…kolusi… dan nepotisme berjalan
Inikah demokrasi yang kita dambakan
Inikah demokrasi yang sesugguhnya
Tidak kawan…tidak, ini bukan demokrasi
Setahuku demorasi itu bebas,lepas dan luwes
Kita telah tertipu mentah-mentah
Demokrasi ini adalah demokrasi hasil ciptaan penguasa negeri serdadu
Yang mengutamakan kepentingan di atas kepentingan
Bangkit kawan..kita lawan, kita ganyang…
Penjajah dapat kita cungkil dari bumi pertiwi
Kini bangsa kita sendiri yang akan akal kita cungkil dari buminya sendiri
Wahai penguasa negeri serdadu
Mulailah bertanya kemana tempat peraduanmu
Kami takkan pernah membiarkan
Lengan dan bahumu bersolek manja
Di atas tahta kami
Sekali bergerak bumi akan tergucang
Wahai penguasa negeri serdadu
Kembalikan tahtamu kepada penguasa sebelumnya
Enyahlah dari bumi pertiwi ini

Karya : Iebe Saompu Ais




Tidak ada komentar:

Posting Komentar