Jumat, 23 Januari 2015

MAHASISWA  MUNAFIK
oleh :ibrahim zane
Dominasi pemegang system atas hak progresif(mengatur, menolak dan hak menginterfensi) terhadap peraturan yang telah dibuatnya menjadikan masyarakat kecil maupun besar menjadi hidup tak mau matipun tak sanggup menjadi semakin mendarah daging dan menjadi penyakit yang sangat menakutkan pada akhir-akhir ini, karena manifestasi dari hal tersebut menjadikan semua elemen masyarakat seakan-akan terngiang dengan masalah dan masalah yang akan menimpa mereka jikalau mereka ikut serta melawan system itu.
Dizaman sekarang ini takkan pernah ada lagi kita dapatkan penjelmaan dari Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, Armin Pane, Sanusi Pane serta bung-bung yang mampu mengimplementasikan tugas-tugas, serta kerja-kerja mereka sebagai seorang pemerhati kaum-kaum kecil, borjuis ataupun kaum-kaum yang dipandang mampu mendatangkan perubahan dalam hal kesejahteraan masyarakat serta kemaslahatan umat manusia pada umumnya masyarakat Indonesia. Yang menjadi harapan sekarang ini adalah Mahasiswa yang seperti kita kenal sekarang dan nanti 
Jikalau ditinjau dari fungsi mahasiswa maka seorang mahasiswa akan dipredikatkan sebagai agen of change, agen of analisis, serta social of control( moral of force), dari predikat itulah mahasiswa sering digdang-gadang menjadi agen perubahan atau orang yang  mampu merubah seagala paradigma berfikir, bertindak serta keadaan yang terjadi dalam Negara ini serta cakupan kecilnya adalah daerah masing-masing, mahasiswa merupakan tulang punggung dari segala perubahan, perjuangan serta tumpuan untuk membolak-balikkan keadaan yang ada.
Beranjak dari hal tersebut maka mahasiswa mampu menggoyahkan kokohnya fondasi kemunafikan yang ditebarkan oleh pemegang system-sistem dalam heningnya keadaan Negara kita, karena pemegang system sekarang tak mampu lagi menjadi problem solfing dan problem possing untuk setiap masalah yang sedang melanda Indonesia, maka pada saat seperti inilah sebenarnya mahasiswa harus mampu menjadikan ketiga gelarnya dan mengektifkan hasil-hasil kerjanya dan mampu mengimplementasikan ketiga fungsingnya tersebut agar menjadi efektif serta efesien sehingga ketiga fungsinya tersebut bukan hanya sekadar pajangan semata.
Mahasiswa harus mampu berdarah-darah(sebuah hiperbola masa kini) untuk memenuhi tugasnya sebagai implementasi dari ketiga gelar yang diberikan oleh public, yang menurut seorang penggerak revolusi Indonesia Sho Hok Gie (Tiga Etape Realita)mahasiswa itu memiliki tiga ciri yaitu : pesta, politik dan cinta sedangkan menurut tokoh yang berbeda Budiman Sujatmiko mahasiswa memiliki tiga ciri yaitu : hedonis, akademis dan kritis, dan dari pendapat penggerak tersebut menjadikan mahasiswa itu memiliki kekuatan yang seharusnya tak mampu terkalahkan dari segi dan sudut manapun juga karena mahasiswa berjalan atas ridho dari semua masyarakat Indonesia. Karena mereka berjalan dan bertindak atas dasar amanah yang seharusnya mereka tunaikan dan laksanakan serta sudah menjadi kewajibannya untuk diselesaikan dengan predikat kata sempurna.
Dalam kalangan mahasiswa terbagi kedalam dua kelas yang amat sangat mendasar perbedaannya, karena ada beberapa pergerakan mahasiswa yang bergerak hanya untuk kepentingan masyarakat semata(gerakan moral/ideology dan kepentingan kolektif/idealism)  dan ada pula yang bergerak atas dasar kepentingan(gerakan politik/ideology dan kepentingan individu/kelompok) yang pada akhir dari kelas ini melahirkan pembagian kelas dalam masyarakat yaitu : high class(penguasa dan bangsawan), middle class(pelajar dan mahasiswa), low class(kaum proletar).
Maka jikalau dilihat dari fenomena seperti itu maka tidak salah jikalau mahasiswa dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasanya masyarakat, namun disamping ketrlenaan tersebut terkadang mahasiswa juga malahan menjadi boomerang bagi masyarakat yang dahulu dibelanya karena terpengaruh oleh kemilaunya janji(jabatan, uang, serta kekuasaan) yang bisa dikatakan sangat menggiurkan dan sayang jikalau hal tersebut dilepaskan begitu saja, maka disaat seperti inilah jabatan seorang mahasiswa sebagai mahasiswa yang katanya seorang yang rasional, analitis, kritis,universal serta sistematis itu tergadaikan dengan dipencundangi dengan janji oleh kaum pemeluk kepentingan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar