TENGGELAMNYA
RASA MEMILIKI(FOKMAS)
Oleh :
Ibrahim Zane(Ibe)
Mengapa
seperti ini...kenapa bisa terjadi...siapa yang patut disalahkan dalam hal ini,
apakah kita harus menyalahkan mereka yang lebih dulu merasakan hal ini apakah
kita yang berada dibawahnya mereka yang tidak pernah mengikuti setiap hal yang
baik dan dapat menjadikan kita menjadi baik.
Pertanyaan
tersebut jangan pernah sekali-kali kita bertanya merekalah harus menjawab
pertanyaan tersebut, merekalah yang pantas untuk disalahkan bukan kita.
Seketika pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan kepada beberapa orang maka
serentak mereka menjawab jangan pernah tanyakan pada saya, jangan tanyakan pada
kami tanyakanlah pada mereka-mereka yang bertanggung jawab dengan semua ini.
Dualisme
seperti ini yang sering terjadi dalam tubuh fokmas, lantas kepada siapa kami
akan bertanya serta lantas kepada siapakah kita akan mencari jawaban atas semua
ini, apakah kita harus saling menyalahkan, apakah kita tetap akan saling
menunjuk dialah yang tahu jawabannya dengan masalah yang sedang dihadapi oleh
fokmas. Tiada lagi yang dapat dijadkan sandaran, tiada lagi yang kritis dalam
melihat masalah, tiada lagi yang kritis dalam menghadapi masalah dan tiada lagi
yang kritis serta cerdas memberikan sebuah solusi cepat untuk menjadikan
masalah menjadi lebih runcing.
Dengan
keadaan seperti ini, apakah mereka yang tidak berhasil mendidik kami ataukah
kamilah yang tidak mendengar apa yang mereka katakan, ataukah kami yang tidak
berhasil mendidik mereka menjadi orang-orang yang dapat diandalkan,ataukah
merekalah yang tidak mendengarkan serta tidak memahami apa yang kami telah
contohkan kepada mereka, ataukah mereka-merekalah yang tak mampu mengemban
amanat yang telah tertanam dalam benak-benak mereka dan tak perah menutup
kemungkinan jikalau mereka di bawah merekalah yang tak memiliki kemauan untuk
mendengarkan apa yang dikatakan oleh senior di atas senior dan senior-senior di
bawah senior.
Pertanyaan
yang patut untuk dijawab, bukan dengan jawaban yang hanya sekedar menjawab akan
tetapi pertanyaan tersebut haruslah dijawab dengan jawaban yang kuat mengarah
kepada permasalahan yang sedang dihadapi oleh kita sekarang tanpa harus
memikirkan bukan aku yang salah, karena terkadang kita lebih mementingkan
keegoisan dalam menyembunyikan jawaban tersebut.
Yang
paling menonjol sekarang adalah bagaimana sekarang rasa saling menghargai serta
saling menghormati antara yang tua dengan muda serta rasa menyayangi dan rasa
memiliki rasa serta nasib yang sama seketika dalam satu pihak memiliki
kesulitan telah lenyap dari dirinya(fokmas), maka timbullah pertanyaan yang
agak menggelitik hati dan seharusnya menjadi beban pikiran kita semua bagi yang
benar-benar memiliki rasa kepunyaan terhadap fokmas,dan hal yang menggelitik
itu adalah kejadian-kejadian seperti yang telah dipaparkan itu apakah merupakan
murni kesalahan para pendahulu kita ataukah kesalahan orang-orang yang telah
memiliki pemahaman tentang hal tersebut ataukah kesalahan murni kesalahan
individu.
Maka
pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak cukup serta berhenti pada area itu akan
tetapi dia akan merembet kepada, mungkin saja bukan para pendahulu yang salah
tapi kitalah sebagai orang yang dididik inilah yang tidak pernah mahu
sedikitpun mendengar atukah ketiadaan rasa kepemilikan terhadap fokmas itulah
yang menjadi pemicu utama terjadi kesenjangan-kesenjangan yang sedang bergelut
sertabergemuruh dalam tubuh fokmas.
Judul
di atas bukanlah hanya seonggok judul yang hanya menempel dan hanya terpampang
tanpa memiliki makna tersendiri, judul tersebut bisa ada karena melalui sebuah
analisis kecil-kecilan akan tetapi memiliki evek yang amat dahsyat terhadap
judul tersebut, dan terbukti secara teoritis, secara aksi serta aplikasi
bahwasanya rasa kepemilikan terhadap fokmas tersebut memang sudah terkikis dari
diri-diri kita masing-masing dan apakah hal tersebut bukanlah merupakan sebuah
beban untuk kita semua dan bukankah pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut
bukankah merupakanpertanyaan dasar yang pada kebenarannya tidaklah seutuhnya
benar, apakah seketika pertanyaan-pertanyaan tersebut kalian membacanya maka
sengaja tak sengaja kita semua tertawa karena arah dari pertanyaan tersebut memang
agak sedikit mengocok perut para pembacanya, dua buah pertanyaan yang tak
memiliki jawaban dari sebagian anggota fokmas.
1.
apa itu FOKMAS...
2.
apa arti fokmas untuk kalian...
Memang
jikalau dilihat dari segi isi pertanyaan, maka orang akan berfikir lebih
pantasnya pertanyaan itu diberikan kepada yang tidak termaksud anggota fokmas,
miris sambil tertawa cekikikan itulah tanggapanku terhadap orang yang mendapat
pertanyaan tersebut.(apakah memang mereka menganggap bahwa pertanyaan tersebut
tidak penting untuk dijawab ataukah mereka tak mampu mejawabnya dan jikalau
ingin mengetahui jawabannya maka silahkan renungkan pertanyaan tersebut serta
berikan jawabanmu karena jawabannya terdapat pada otak-otak kalian yang sedang
berpikir entah untuk kesejahteraan fokmas ataukah “ HANYA NAMPANG DOANG”(hasil
kutipan dari pembicaraan dindaku).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar