MAHASISWA MUNAFIK
Oleh : ibrahim zane
Dominasi
pemegang system atas hak progresif(mengatur, menolak dan hak menginterfensi)
terhadap peraturan yang telah dibuatnya menjadikan masyarakat kecil maupun
besar menjadi hidup tak mau matipun tak sanggup menjadi semakin mendarah daging
dan menjadi penyakit yang sangat menakutkan pada akhir-akhir ini, karena
manifestasi dari hal tersebut menjadikan semua elemen masyarakat seakan-akan
terngiang dengan masalah dan masalah yang akan menimpa mereka jikalau mereka
ikut serta melawan system itu.
Dizaman
sekarang ini takkan pernah ada lagi kita dapatkan penjelmaan dari Bung Karno,
Bung Hatta, Bung Syahrir, Armin Pane, Sanusi Pane serta bung-bung yang mampu
mengimplementasikan tugas-tugas, serta kerja-kerja mereka sebagai seorang
pemerhati kaum-kaum kecil, borjuis ataupun kaum-kaum yang dipandang mampu
mendatangkan perubahan dalam hal kesejahteraan masyarakat serta kemaslahatan
umat manusia pada umumnya masyarakat Indonesia. Yang menjadi harapan sekarang
ini adalah Mahasiswa yang seperti kita kenal sekarang dan nanti
Jikalau
ditinjau dari fungsi mahasiswa maka seorang mahasiswa akan dipredikatkan sebagai
agen of change, agen of analisis, serta social of control( moral of
force), dari predikat itulah mahasiswa sering digdang-gadang menjadi agen
perubahan atau orang yang mampu merubah
seagala paradigma berfikir, bertindak serta keadaan yang terjadi dalam Negara
ini serta cakupan kecilnya adalah daerah masing-masing, mahasiswa merupakan
tulang punggung dari segala perubahan, perjuangan serta tumpuan untuk
membolak-balikkan keadaan yang ada.
Beranjak
dari hal tersebut maka mahasiswa mampu menggoyahkan kokohnya fondasi
kemunafikan yang ditebarkan oleh pemegang system-sistem dalam heningnya keadaan
Negara kita, karena pemegang system sekarang tak mampu lagi menjadi problem
solfing dan problem possing untuk setiap masalah yang sedang melanda
Indonesia, maka pada saat seperti inilah sebenarnya mahasiswa harus mampu
menjadikan ketiga gelarnya dan mengektifkan hasil-hasil kerjanya dan mampu
mengimplementasikan ketiga fungsingnya tersebut agar menjadi efektif serta
efesien sehingga ketiga fungsinya tersebut bukan hanya sekadar pajangan semata.
Mahasiswa
harus mampu berdarah-darah(sebuah hiperbola
masa kini) untuk memenuhi tugasnya sebagai implementasi dari ketiga gelar
yang diberikan oleh public, yang menurut seorang penggerak revolusi Indonesia
Sho Hok Gie (Tiga Etape Realita)mahasiswa itu memiliki tiga ciri yaitu :
pesta, politik dan cinta sedangkan menurut tokoh yang berbeda Budiman
Sujatmiko mahasiswa memiliki tiga ciri yaitu : hedonis, akademis dan kritis,
dan dari pendapat penggerak tersebut menjadikan mahasiswa itu memiliki kekuatan
yang seharusnya tak mampu terkalahkan dari segi dan sudut manapun juga karena
mahasiswa berjalan atas ridho dari semua masyarakat Indonesia. Karena mereka
berjalan dan bertindak atas dasar amanah yang seharusnya mereka tunaikan dan
laksanakan serta sudah menjadi kewajibannya untuk diselesaikan dengan predikat
kata sempurna.
Dalam
kalangan mahasiswa terbagi kedalam dua kelas yang amat sangat mendasar
perbedaannya, karena ada beberapa pergerakan mahasiswa yang bergerak hanya
untuk kepentingan masyarakat semata(gerakan moral/ideology dan kepentingan
kolektif/idealism) dan ada pula yang
bergerak atas dasar kepentingan(gerakan politik/ideology dan kepentingan
individu/kelompok) yang pada akhir dari kelas ini melahirkan pembagian kelas
dalam masyarakat yaitu : high
class(penguasa dan bangsawan), middle class(pelajar dan mahasiswa), low
class(kaum proletar).
Maka
jikalau dilihat dari fenomena seperti itu maka tidak salah jikalau mahasiswa
dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasanya masyarakat, namun disamping
ketrlenaan tersebut terkadang mahasiswa juga malahan menjadi boomerang bagi
masyarakat yang dahulu dibelanya karena terpengaruh oleh kemilaunya
janji(jabatan, uang, serta kekuasaan) yang bisa dikatakan sangat menggiurkan
dan sayang jikalau hal tersebut dilepaskan begitu saja, maka disaat seperti
inilah jabatan seorang mahasiswa sebagai mahasiswa yang katanya seorang yang
rasional, analitis, kritis,universal serta sistematis itu tergadaikan dengan
dipencundangi dengan janji oleh kaum pemeluk kepentingan.
www.saompumakassar.blogspot.comwww.kajiansastra.blogspot.com
www.saompumakassar.blogspot.comwww.kajiansastra.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar